Langsung ke konten
BikinPro
Keuangan

Cara Menghitung Biaya Listrik Bulanan dari Watt Peralatan

31 Juli 2026

Tagihan listrik naik dan tidak ada yang tahu kenapa. Sebelum menyalahkan meteran, hitung dulu — biasanya penyebabnya satu atau dua alat yang tidak kamu curigai.

Rumus dasarnya

Listrik ditagih per kWh (kilowatt-hour), yaitu pemakaian 1.000 watt selama satu jam.

kWh = (daya dalam watt × jam pemakaian) ÷ 1.000

Biaya = kWh × tarif per kWh

Contoh: AC 800 watt dipakai 8 jam sehari.

  • (800 × 8) ÷ 1.000 = 6,4 kWh per hari
  • 6,4 × 30 hari = 192 kWh per bulan
  • Dengan tarif Rp 1.500/kWh: 192 × 1.500 = Rp 288.000 per bulan hanya dari satu AC

Tarif listrik berbeda menurut golongan daya dan bisa berubah. Angka Rp 1.500 di atas hanya ilustrasi — lihat tarif sebenarnya di struk atau aplikasi PLN-mu sebelum menghitung serius.

Kalkulator Listrik menghitung ini per alat sehingga kamu bisa membandingkan.

Di mana tagihanmu sebenarnya pergi

Ada dua jenis penyumbang tagihan, dan orang biasanya salah fokus.

Daya besar, pemakaian sebentar — setrika, pemanas air, microwave, rice cooker saat memasak. Wattnya tinggi (800–2.000 W) tapi cuma dipakai belasan menit.

Daya sedang, menyala terus — kulkas, AC, pompa air, lampu. Ini yang biasanya mendominasi tagihan, karena dikali jam pemakaian yang panjang.

Kulkas 150 watt yang menyala 24 jam menghabiskan 108 kWh sebulan. Setrika 1.000 watt yang dipakai 30 menit sehari cuma 15 kWh. Kulkas yang "kecil" itu tujuh kali lipat lebih boros.

Pelajaran praktisnya: yang menentukan bukan watt-nya, tapi watt dikali jam.

Perkiraan pemakaian alat rumah tangga

AlatDaya khasPemakaiankWh/bulan
Kulkas 2 pintu150 W24 jam±108
AC 1 PK800 W8 jam±192
Pompa air250 W2 jam±15
TV LED 43"80 W5 jam±12
Lampu LED 10 W × 880 W6 jam±14
Setrika1.000 W0,5 jam±15
Mesin cuci400 W1 jam, 3×/minggu±5

Angka daya di atas perkiraan. Cek label di badan alatmu sendiri — biasanya tertulis dalam watt atau ampere. Kalau tertulis ampere, kalikan dengan tegangan (220 V) untuk mendapat watt. Konversi Satuan membantu untuk konversi lain.

Penghematan yang benar-benar berdampak

Urut dari yang paling berpengaruh:

  1. Naikkan suhu AC 1–2 derajat. Selisihnya terasa di tagihan karena kompresor lebih jarang bekerja penuh.
  2. Bersihkan filter AC rutin. Filter kotor memaksa unit bekerja lebih keras untuk hasil yang sama.
  3. Jangan taruh makanan panas di kulkas dan pastikan karet pintunya masih rapat.
  4. Ganti lampu lama ke LED kalau belum.
  5. Cek pompa air. Pompa yang menyala-mati terus sering menandakan ada kebocoran pipa — itu tagihan air sekaligus listrik.

Soal mencabut charger: charger modern yang menganggur memakai daya sangat kecil, umumnya di bawah 0,5 watt. Sebulan penuh pengaruhnya hanya sekitar 0,4 kWh — beberapa ratus rupiah. Tidak salah mencabutnya, tapi jangan berharap tagihanmu berubah dari situ. Yang lebih berarti adalah perangkat yang benar-benar standby seperti TV, set-top box, dan konsol game.

Untuk membandingkan seberapa besar penurunan tagihan setelah perubahan, Kalkulator Persentase bisa dipakai.

Pertanyaan yang sering muncul

Kenapa tagihan naik padahal pemakaian sama?
Bisa karena penyesuaian tarif, jumlah hari dalam periode tagihan berbeda, atau pencatatan meteran sebelumnya bersifat perkiraan lalu dikoreksi bulan ini.

Listrik token lebih hemat dari pascabayar?
Tarif per kWh untuk golongan yang sama pada dasarnya sama. Yang membuat pengguna token terasa lebih hemat adalah efek psikologis: pemakaian jadi terlihat langsung sehingga orang lebih sadar.

Berapa lama balik modal ganti AC ke inverter?
Hitung selisih kWh per bulan antara unit lama dan baru, kalikan tarif, lalu bagi harga unit barunya dengan penghematan bulanan itu.

Tools Terkait